SalesCoach.idWawasan sales oleh Coach Evi Susanti Diskusi dengan Coach Evi →
Beranda / Prospecting sampai Closing / Sulit bertemu decision maker
Sulit bertemu decision maker

Cara Bertemu Decision Maker: Mengajak User Melibatkan Atasannya

Coach Evi Susanti · 2 menit baca · Diperbarui 25 October 2026
Sulit bertemu decision maker

Cara Bertemu Decision Maker: Mengajak User Melibatkan Atasannya

Coach Evi Susanti · 2 menit baca · Diperbarui 25 Oktober 2026
Jawaban singkat

Dalam strategi penjualan B2B, user yang enggan mengenalkan decision maker biasanya sedang menjaga rasa aman. Menurut Coach Evi Susanti, cara yang paling efektif adalah menempatkan user sebagai pemilik usulan: tanyakan proses keputusannya, siapkan ringkasan satu halaman yang relevan dengan KPI atasannya, lalu tawarkan pertemuan bersama selama 20 menit dengan tanggal yang spesifik.

User teknis sudah antusias, sudah meminta penawaran, dan rutin membalas WhatsApp. Namun setiap kali sales meminta bertemu kepala bagian atau pemilik anggaran, jawabannya, "Nanti saya sampaikan saja ke atasan." Deal jalan di tempat karena keputusan ada di tangan orang yang belum pernah Anda temui. Bagian ini sering terlewat dalam strategi penjualan B2B.

Mengapa User Enggan Mengenalkan Decision Maker?

User menahan akses karena alasan rasa aman:

  • Ia khawatir terlihat belum menguasai masalahnya sendiri di depan atasan.
  • Ia tidak yakin sales akan membawa sesuatu yang berguna bagi atasannya.
  • Ia tidak tahu apa yang perlu disiapkan untuk mengajukan usulan.

Permintaan "boleh ketemu pimpinan Bapak?" terdengar seperti melangkahi dirinya.

Cara Bertemu Decision Maker Lewat User

Empat langkah ini menempatkan user sebagai pemilik usulan:

  • Tanyakan proses keputusannya: "Untuk pengadaan seperti ini, siapa saja yang biasanya menilai, dan apa yang mereka lihat lebih dulu?"
  • Posisikan user sebagai pemilik usulan: "Saya bisa bantu siapkan ringkasan satu halaman supaya Bapak mudah menyampaikannya. Data mana yang paling diperhatikan atasan Bapak?"
  • Siapkan sesuatu untuk atasan: hitungan dampak biaya, perbandingan opsi, atau referensi pengguna sejenis. Atasan bersedia hadir kalau topiknya menyangkut KPI-nya.
  • Minta pertemuan bersama: "Supaya pertanyaan teknis atasan bisa langsung dijawab tanpa Bapak harus bolak-balik, bagaimana kalau kita sampaikan berdua selama 20 menit?"

Kesalahan Saat Meminta Akses ke Decision Maker

  • Kalimat seperti "Saya perlu bicara langsung dengan yang memutuskan", karena terdengar meremehkan peran user.
  • Menghubungi atasan user lewat jalur lain tanpa sepengetahuannya. Jika ketahuan, Anda kehilangan orang yang selama ini membantu dari dalam.
  • Mengirim penawaran lengkap hanya kepada user, lalu berharap ia meneruskannya dengan penjelasan yang sama baiknya.

Kapan Deal Layak Disebut Qualified Opportunity?

Selama pemilik anggaran dan jalur persetujuan belum jelas, deal belum layak dihitung sebagai qualified opportunity. Tulis di CRM nama dan peran decision maker yang belum dijangkau, lalu jadikan itu tujuan follow-up berikutnya.

Langkah minggu ini

Pilih satu deal yang sejauh ini hanya melibatkan user. Siapkan ringkasan satu halaman yang bisa dibawa user ke atasannya, lalu tawarkan pertemuan bersama dengan usulan tanggal yang spesifik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara bertemu decision maker di perusahaan klien?

Tanyakan kepada user siapa saja yang menilai pengadaan dan apa yang mereka lihat lebih dulu. Siapkan bahan yang berkaitan dengan KPI decision maker, misalnya hitungan dampak biaya atau perbandingan opsi. Lalu tawarkan presentasi bersama user agar ia tetap terlihat sebagai pemilik usulan.

Mengapa user tidak mau mengenalkan atasannya kepada sales?

User sering khawatir terlihat belum menguasai masalahnya, tidak yakin sales membawa sesuatu yang berguna bagi atasannya, atau tidak tahu apa yang perlu disiapkan. Permintaan bertemu atasan bisa terasa seperti melangkahi dirinya. Karena itu sales perlu membantu user menyiapkan usulan dan tetap melibatkannya di setiap langkah.

Apa yang dimaksud qualified opportunity dalam penjualan B2B?

Qualified opportunity adalah deal yang sudah memiliki bukti dari sisi customer, termasuk siapa pemilik anggaran dan bagaimana jalur persetujuannya. Permintaan penawaran dari user saja belum cukup. Selama decision maker belum teridentifikasi, deal sebaiknya belum dihitung di forecast.

Langkah berikutnya

Sesi Diagnosis 30 Menit

Petakan di tahap mana deal tim Anda paling sering stuck dan apa penyebabnya.

Jadwalkan sesi →
Diskusi dengan Coach EviIngin membahas kondisi tim sales Anda?Isi formulir singkat. Tim Asia Spirit Consulting akan menghubungi Anda untuk menjadwalkan diskusi tentang sertifikasi SMI, pendampingan Sales Leadership Accelerator, atau in-house training.
Isi formulir diskusi
Coach Evi Susanti
Dr. Evi Susanti, S.T., M.M.

Founder & CEO PT Asia Spirit Consulting, Authorized Business Partner & Master Trainer Sales Management Institute Inc. USA untuk Indonesia. 23+ tahun praktik sales dan sales leadership B2B.

Profil lengkap →LinkedIn →
Suka artikel ini?Dapatkan artikel berikutnya lewat newsletter LinkedIn Coach Evi.
Subscribe
Butuh Pendampingan?

Pilih Program Sesuai Kondisi Tim Anda

PT Asia Spirit Consulting adalah Authorized Business Partner Sales Management Institute Inc. USA untuk Indonesia. Program tersedia untuk kelas publik maupun in-house.

Sales baru atau fondasi belum kuat

Prospecting sampai closing belum terstruktur, banyak penolakan, pitching belum meyakinkan.

SFP® — Sales Foundation ProfessionalSertifikasi SMI Inc. USA · 2 hariLihat program →
Pipeline kosong, lead kurang

Lead tidak berkualitas, prospecting tidak rutin, sulit menembus akun korporat.

CLGS® — Certified Lead Generation SpecialistSertifikasi SMI Inc. USALihat program →
Sales manager mengelola tim

Forecast meleset, proses sales belum seragam, KPI dan review belum berjalan.

CSMP® — Certified Sales Management ProfessionalSertifikasi SMI Inc. USALihat program →
Leader senior dan strategis

Memimpin beberapa tim, menyelaraskan KPI, stakeholder, dan strategi penjualan.

SMCP® — Sales Master Certified ProfessionalSertifikasi SMI Inc. USALihat program →
Revenue stagnan walau sudah training

Leader belum menjalankan coaching, data CRM belum dipakai untuk diagnosis.

Sales Leadership AcceleratorPendampingan leader 3 bulan bersama Coach EviLihat program →
Tim 10 orang atau lebih

Materi, studi kasus, dan jadwal disesuaikan dengan industri dan target perusahaan.

In-house TrainingSertifikasi SMI, NLP Selling, atau program khususDiskusikan kebutuhan →

Belum yakin program mana yang cocok?

Isi formulir diskusi. Coach Evi akan membaca kondisi tim Anda lalu merekomendasikan langkah yang sesuai: sertifikasi, pendampingan leader, atau in-house training.

Isi formulir diskusi
Sampul ebook Stop Micromanage, Start Scale
Ebook gratisStop Micromanage, Start Scale7 hari menyusun sistem sales yang tetap berjalan tanpa harus memantau tim setiap saat.Klaim gratis