Target penjualan tidak tercapai biasanya disebabkan salah satu dari empat bottleneck: activity (jarang meeting, pipeline tipis), conversion (banyak meeting, sedikit deal), value (closing ada tetapi nilainya kecil atau selalu diskon), dan pipeline (banyak deal stuck di tengah). Menurut Coach Evi Susanti, leader perlu menentukan tipe bottleneck setiap sales sebelum memberi arahan, dimulai dari yang paling dekat dengan awal funnel.
Seorang sales manager di distributor alat kesehatan punya lima sales dengan pencapaian rata-rata 65 persen, sehingga target penjualan tidak tercapai. Ia sempat menyimpulkan timnya kurang semangat. Setelah data per orang dibuka, gambarannya berbeda: satu orang jarang meeting, dua orang sering meeting tetapi jarang closing, satu orang closing tetapi nilainya kecil karena selalu diskon, dan satu orang punya banyak deal yang tidak bergerak. Lima orang, empat masalah berbeda.
Di tahap mana target penjualan biasanya hilang?
Revenue terbentuk dari empat lapisan: aktivitas (prospecting dan meeting), peluang (pipeline), konversi (closing), dan nilai deal. Masalah bisa tersembunyi di lapisan mana pun. Karena itu diagnosis dimulai dari posisi masalahnya, setelah itu baru melihat orangnya.
Apa saja tipe bottleneck sales?
- Activity bottleneck. Ciri: jarang meeting, pipeline tipis. Akar yang umum: takut ditolak, kurang disiplin, atau belum tahu cara membuka peluang baru.
- Conversion bottleneck. Ciri: banyak meeting, sedikit deal. Akar yang umum: discovery dangkal, keberatan tidak tertangani, atau terlalu cepat masuk ke penawaran.
- Value bottleneck. Ciri: closing ada, tetapi nilainya kecil atau selalu dengan diskon. Akar yang umum: belum bisa menjelaskan nilai dan belum mengembangkan account.
- Pipeline bottleneck. Ciri: banyak deal, tetapi stuck di tengah. Akar yang umum: follow-up tanpa tujuan, tidak ada next step, dan tidak mendorong customer mengambil keputusan.
Cara mengatasi tiap tipe bottleneck
- Activity: tambah prospecting dan meeting berkualitas. Contoh target: lima panggilan prospek per hari dan dua meeting baru per minggu.
- Conversion: perbaiki discovery dan penanganan keberatan. Contoh: siapkan lima pertanyaan discovery wajib dan role-play keberatan setiap minggu.
- Value: latih value selling, upsell, dan cross-sell. Contoh: hitungan ROI sederhana untuk customer dan rencana pengembangan per account.
- Pipeline: perjelas next step dan disiplin follow-up. Contoh: deal review mingguan, batas waktu follow-up, dan next step wajib dicatat di CRM.
Cara cepat menentukan tipe bottleneck seorang sales
Ajukan tiga pertanyaan untuk setiap sales. Ia kurang meeting atau tidak bisa closing? Deal-nya sedikit atau banyak tetapi tidak bergerak? Ia sudah closing tetapi selalu dengan harga rendah? Lalu cek polanya: apakah masalah itu konsisten beberapa bulan atau naik-turun. Masalah yang konsisten biasanya menunjukkan skill atau sistem, sedangkan yang naik-turun sering terkait motivasi atau kondisi tertentu.
Contoh percakapan diagnosis
Leader: "Bulan ini kamu punya sembilan meeting, dan dua yang lanjut ke penawaran. Menurut kamu, di mana peluangnya paling sering berhenti?"
Sales: "Biasanya setelah presentasi, Bu. Customer bilang mau dipelajari dulu."
Leader: "Sebelum presentasi, informasi apa yang sudah kamu dapat tentang kebutuhan dan proses keputusannya?"
Sales: "Jujur, saya lebih banyak menjelaskan produk."
Dari percakapan ini, leader bisa menyimpulkan conversion bottleneck dengan akar di discovery. Arahannya pun jelas: latihan pertanyaan discovery sebelum meeting berikutnya, dan setiap meeting harus menghasilkan satu informasi baru tentang proses keputusan customer.
Satu catatan penting: satu sales bisa memiliki lebih dari satu bottleneck. Pilih yang paling dekat dengan awal funnel lebih dulu. Memperbaiki konversi akan sulit terlihat hasilnya bila jumlah meeting-nya sendiri masih sangat sedikit. Setelah bottleneck pertama membaik, baru pindah ke tahap berikutnya.
Langkah minggu ini
Buat tabel sederhana berisi nama setiap sales dan tipe bottleneck-nya. Pilih satu arahan aktivitas untuk masing-masing dan sampaikan di 1-on-1 berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa tim sales tidak mencapai target?
Penyebabnya bisa berbeda untuk setiap orang. Ada sales yang kurang aktivitas, ada yang sering meeting tetapi jarang closing, ada yang closing dengan nilai kecil, dan ada yang deal-nya stuck di tengah pipeline. Diagnosis per orang membantu leader memberi arahan yang tepat.
Bagaimana cara mengetahui tipe bottleneck seorang sales?
Ajukan tiga pertanyaan: apakah ia kurang meeting atau tidak bisa closing, apakah deal-nya sedikit atau banyak tetapi tidak bergerak, dan apakah ia closing dengan harga rendah. Lalu cek apakah polanya konsisten beberapa bulan, karena masalah yang konsisten biasanya terkait skill atau sistem.
Apa yang dilakukan bila satu sales punya lebih dari satu bottleneck?
Perbaiki bottleneck yang paling dekat dengan awal funnel lebih dulu. Perbaikan konversi sulit terlihat bila jumlah meeting masih sangat sedikit, jadi aktivitas dibenahi dulu sebelum pindah ke tahap berikutnya.
Sesi Diagnosis 30 Menit
Petakan tipe bottleneck setiap sales di tim Anda bersama Coach Evi.
Jadwalkan Sesi →
Founder & CEO PT Asia Spirit Consulting, Authorized Business Partner & Master Trainer Sales Management Institute Inc. USA untuk Indonesia. 23+ tahun praktik sales dan sales leadership B2B.
Profil lengkap →LinkedIn →






